• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • dark color
  • red color
Home Kepulauan Anambas Kepulauan Anambas Ujung Indonesia
Kepulauan Anambas Ujung Indonesia PDF Print E-mail
Written by Muhirin, S.Pd.   

AnambasBerada di sini seolah berada di ujung dunia, kutub utara, arctic. Di sini memang ujung Indonesia, tarik ulur di antara 3 negara. Perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura. Sebuah kepulauan kecil memiliki ratusan lebih pulau namun hanya 25 yang tercatat di huni manusia Indonesia. Pulau yang terbesar (Pulau Jemaja) hanya berjarak beberapa kilometer saja dari ujung pantai ke ujung lainnya, hanya butuh beberapa menit saja dengan kendaraan bermotor, atau beberapa jam saja mengitari pulaunya dengan perahu tradisional Pompong.

Hutan belantara, sebagian alamnya memang belum terjamah oleh manusia, hanya sedikit saja yang dikelola, penduduk umumnya tinggal di pantainya saja. Begitu terisolir, butuh waktu  4 hari 3 malam dalam kapal pelni besar, dengan panjang seukuran lapangan sepakbola, untuk mencapai Ibukota Negara. Butuh waktu seharian melakukan perjalanan ke bandara Sukarno Hatta karena harus naik pesawat dua kali melalui Batam atau Tanjung Pinang. Harus menunggu sebulan untuk mengirim dan menerima paket atau surat pos dari Jakarta.

Laut, semuanya mata memandang adalah laut, pulaunya seolah-olah terapung-apung di tengah Lautan luas. Perbatasan Laut Cina Selatan, sebuah jalur transportasi Internasional, tak heran penduduk di sini bertransaksi dengan Kapal-kapal Hongkong atau kapal Singapura untuk menjual hasil budidayanya. Ikan Kerapu  dan ikan Napoleon, harga sekilonya sama dengan harga ikan lele satu kuintal.

AnambasProduk Singapura, Malaysia, Indonesia semuanya bercampur aduk jadi satu, Alat-alat elektronik buatan Singapura dari Laptop, Handphone, TV. Beras keluaran Malaysia pun ada, Bahkan kursi buatan Jepara juga tersedia. Entah bagaimana para pedagang ini mendatangkannya, bahkan ada sebagian pedagang yang tenggelam untuk membawa dagangan dengan pompong di tengah Laut Cina Selatan, tak heran harga di sini melambung tinggi 2 kali lipat harga asalnya, secangkir kopi panas 8 ribu rupiah, semangkuk bakso 20 ribu rupiah. Kantong-kantong kempes jelas-jelas langsung ludes di tengah-tengah laut Anambas.

Sumber daya alam yang melimpah tak sebanding dengan jumlah penduduk yang ada. Hutan belantara dengan pohon-pohon besar yang berumur puluhan tahun bahkan mungkin lebih, ada di mana-mana. Ratusan pohon kelapa tak terurus, dibiarkan begitu saja tak terkelola. Hutan-hutan yang alami dirumbuhi pohon-pohon heterogen khas hutan tropis, sebagian belum ada pemiliknya, bahkan pemerintah mempersilahkan penduduk untuk mengelolanya.

Ikan di mana-mana, sepenjang pantai ikan berkeliaran. Di sini adalah surga Ikan, berbagai macam ikan di tangkap tiap harinya oleh nelayan di tengah lautan luas, tetapi begitu melimpah tak ada habisnya. Hanya sebagian kecil saja kebutuhan konsumsi masyarakat Anambas. Ikan-ikan sebesar bantal di tangkap tiap harinya, mungkin butuh waktu beberapa hari untuk menghabiskan semuanya. Tak heran ikan seperti menjadi makanan pokok di negeri mini ini. Setiap hari makan ikan, setiap saat lauknya ikan. Mi Anambas 1disajikan dengan ikan, krupuk pun terbuat dari ikan, bakso juga bakso ikan. Semua serba ikan. Ikan yang melimpah ruah membuat orang di sini betah tinggal walaupun harus terpencar jauh dari induk semangnya ada Orang Jawa, Kalimantan, Padang, Madura, semuanya bercampur aduk di Tarempa (Pusat Kota Kecil Anambas).  

Panorama yang Indah mempesona benar-benar masih asli dan alami. Terumbu karang yang indah di Pulau Bawah tumbuh subur mengundang para pelancong untuk datang ke negeri impian ini. Pulau Durai yang indah dengan pasir putihnya sebagai pusat penangkaran penyu. Air terjun Temburun baru didatangi beberapa orang saja tiap tahunnya. Begitu melimpah potensinya baik sumber alam maupun pariwisatanya, mutiara alam ini tersimpan rapat dalam keterisoliran Kepulauan Anambas.

 

Add comment


Security code
Refresh

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday847
mod_vvisit_counterYesterday2213
mod_vvisit_counterThis week9847
mod_vvisit_counterLast week12164
mod_vvisit_counterThis month51976
mod_vvisit_counterLast month40206
mod_vvisit_counterAll days758131

We have: 44 guests online
Your IP: 54.224.76.150
 , 
Today: Jun 29, 2017

Pondok Pesantren Modern Khaira Ummah